Pengelolaan sampah domestik​

Pengelolaan Sampah Domestik

Indonesia merupakan salah satu negara dengan penduduk terbanyak di dunia. Setiap manusia pasti menghasilkan sampah dari kegiatan mereka sehari-hari atau sering juga disebut dengan sampah domestik. Permasalahan sampah di Indonesia merupakan masalah yang sangat serius dan juga menjadi masalah sosial, ekonomi, dan budaya. Sampah yang dibuang sembarangan dapat merusak lingkungan dan akhirnya juga merugikan manusia itu sendiri.

Pengelolaan Sampah Domestik merupakan masalah penting dan perlu ditangani oleh setiap lini masyarakat serta pemerintah. Klasifikasi sampah domestik berdasarkan sumbernya bisa dibagi menjadi 7 jenis sampah.

  1. Permukiman (rumah / apartemen): sisa makanan, kertas, kardus, plastik, tekstil, kulit, limbah taman, kayu, kaca, logam, barang bekas, rumah tangga, limbah berbahaya, dan sebagainya.
  2. Area komersial (toko, restoran, pasar, kantor, hotel, dan lainnya): kertas, kardus, plastik, kayu, sisa makanan, gelas, logam, limbah berbahaya dan beracun, dan sebagainya
  3. Institusi (sekolah, rumah sakit, penjara, pusat pemerintahan, dan lainnya). sama dengan jenis sampah di area komersial
  4. Konstruksi dan pembongkaran bangunan (konstruksi baru, perbaikan gedung dan jalan, dll): kayu, baja, beton, batu bata, debu, dan sebagainya
  5. Fasilitas umum (jalan, taman, taman kota, pantai, tempat rekreasi, dan lain-lain): sampah, sampah taman, ranting, daun, dan sebagainya
  6. Kawasan Industri: sisa proses produksi, limbah non-industri, dan sebagainya
  7. Pertanian: sisa makanan, sisa pertanian.

Permasalahan sampah domestik dapat ditangani dengan pengelolaan yang baik. Setiap masyarakat harus ikut berperan aktif dalam pengelolaan sampah. Saat ini pemrosesan akhir sampah di Indonesia secara umum menggunakan sistem land disposal (penyingkiran limbah ke dalam tanah). Sistem pengelolaan sampah seperti masih belum bisa mengatasi permasalahan sampah sehingga masih banyak permasalahan yang ditimbulkan akibat sampah seperti banjir. Dalam membangun sistem pengelolaan sampah domestik, seharusnya menerapkan konsep perputaran ekonomi secara sirkular dan terus menerus terjadi (circular economy).

https://www.government.nl/binaries/large/content/gallery/government/content-afbeeldingen/infographics/from-linear-to-a-circulair-economy.jpg

Alur pengelolaan sampah

Konsep circular economy akan meminimalisasi dampak lingkungan dari suatu proses produksi. Sistem ini akan mengurangi kenutuhan bahan bahan baku (raw material) karena menggunakan sistem recycle dan juga menghilangkan sampah yang akan dibuang ke lingkungan.

Penrusahaan kami menawarkan jasa pengelolaan sampah domestik sebagai buah pengabdian masyarakat sekaligus memberikan solusi pengelolaan sampah domestik. Berikut ini teknologi yang kami tawarkan sebagai pembeda dari sistem pengelolaan sampah yang lain.

Skema pemamfaatan sampah domestik untuk menghasilkan energi.

Diagram alir proses pengolahan sampah domestik

Jika Anda tertarik dengan sistem yang kami tawarkan, jangan ragu untuk menghubungi kami untuk konsultasi lebih lanjut!

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *