Entries by admin

PABRIK KELAPA SAWIT

Pabrik kelapa Sawit

Sawit merupakan salah satu komoditas terbesar di Indonesia. Indonesia  merupakan produsen sawit di dunia. Produk utama dari buah sawit adalah minyak sawit atau yang sering disebut dengan istilah crude palm oil (CPO). Minyak sawit dihasilkan melaui proses pengolahan pada pabrik kelapa sawit. Pada pabrik kelapa sawit, umumnya ada 3 bagian industri: industri tanaman sawit, industri produksi minyak sawit, dan industri minyak goreng dan turunan sawit. Pengolahan kelapa sawit memiliki peranan penting dalam menigkatkan nilai jual produk sawit.

 

Diagram blok proses dari pabrik kelapa sawit

 

Ada banyak tahapan yang terjadi di dalam pabrik kelapa sawit. Salah satu pengalaman yang pernah kami lakukan adalah melakukan assessment pabrik dengan skema berikut.

 

1. Stasiun Penerimaan buah

Tempat ini merupakan proses pertama dalam pabrik kelapa sawit diamana buah sawit diterima ditempat ini dari kebun sawit. Pada tempat ini buah akan ditimbang dan disortir berdasarkan kualitasnya. Unit operasi yang digunakan pada tahap ini adalah sebagai berikut.

  • Weight Bridge

  • Loading ramp

  • Lori

 

2. Stasiun Perebusan

Pada stasiun ini, buah sawit akan direbus atau sering juga disebut sebagai sterilisasi meggunakan steam. Tujuan dari perebusan adalah untuk menonaktifkan enzim-enzim yang akan meningkatkan kadar free fatty acid (FFA) pada buah sawit. Selain itu perebusan juga akan mempermudah pemisahan daging buah dengan biji buah sawit. Unit operasi yang digunakan pada proses ini adalh sebagai berikut.

  • Rebusan/Sterilizer

  • Hoisting Crane/Tippler

  • Condensate Pit

  • Pompa

 

3. Stasiun threshing

Stasiun ini berfungsi untuk  memisahkan butir-butir buah dari  tandan dengan cara membanting buah sawit di dalam drum yang berputar. 

  • Thresher drum

  • Bunc crusher

  • Re-Thresher Drum

  • Conveyor/Elevator

 

4. Stasiun Empty Bunch

Pada tempat ini tandan kosong akan diolah unutk dijadikan bahan bakar boiler. Unit operasi yang ada pada stasiun ini adalah sebagai berikut.

  • Empty Bunch Press

  • Conveyor

  • Liquor Tank

  • Pompa

  • Shredder

  • Empty Bunch Area

 

5. Stasiun Press

Stasiun press adalah stasiun tempat pengolahan buah sawit yang telah direbus untuk dipress dengan tujuan mengambil minyak dari buah sawit tersebut. Unit operasi yang ada pada stasiun ini adalah sebagai berikut.

  • Conveyor/Elevator

  • Digester

  • Screw Press

  • Crude Oil Gutter

  • Sand Trap Tank

  • Cake Breaker Conveyor

 

6. Stasiun Klarifikasi/Penjernihan

Pada tahap ini terjadi proses pemurnian minyak sawit yang dihasilkan pada tahap stasiun press menjadi minyak yang memenuhi standar yang ada pada pabrik kelapa sawit. Unit operasi yang ada pada stasiun ini adalah sebagai berikut.

  • Vibrating Screen

  • Crude Oil Tank

  • Buffer Tank

  • VCT/CST

  • Pure Oil Tank

  • Oil Purifier

  • Vacuum Dryer

  • Sludge tank

  • Sand cyclone/sludge pre-cleaner

  • Sludge Buffer Tank

  • Sludge Centrifuge

  • Decanter

  • Recovery tank

  • Pit

  • Pump

  • Conveyor/Elevator

 

7. Stasiun Kernel

Pada tahap ini akan dilakukan proses pemisahan campuran ampas dan biji yang keluar dari screw press diproses untuk menghasilkan cangkang (shell) dan fibre sebagai bahan bakar boiler serta inti sawit (kernel) sebagai hasil produksi yang siap dipasarkan dan juga ada yang mengolahnya langsung untuk mendapatkan palm kernel oil (PKO). Unit operasi yang ada pada stasiun ini adalah sebagai berikut.

  • Depericarper

  • Polishing Drum

  • Destoner

  • Nut Hopper

  • Ripple Mill

  • LTDS 1&2

  • Claybath

  • Hydrocyclone

  • Shell Hopper

  • Kernel Silo dryer

  • Conveyor/Elevator

  • Pneumatic Transport

  • Pompa

  • Fan

  • Heater

  • Airlock

  • Kernel Storage Bin

 

8. Stasiun Boiler

Stasiun ini merupakan tempat untuk mengolah air menjadi steam yang akan digunakan dalam proses pabrik kelapa sawit baik sebagai media pemanas ataupun media penggerak. Pada umumnya boiler pabrik kelapa sawit menggunakan bahan bakar dari limbah padat pabrik kelapa sawit seperti tandan kosong kelapa sawit. Unit operasi yang ada pada stasiun ini adalah sebagai berikut.

  • Boiler

  • Feed water tank

  • Thermal Deaerator

  • Pompa

  • Fan

  • Conveyor/Elevator

  • Chemical dossing system

  • Softener/ion exchange

 

9. Stasiun Power

Tempat ini merupakan tempat untuk menyediakan sumber energi listirk untuk menjalankan proses yang ada pada pabrik kelapa sawit. Unit operasi yang ada pada stasiun ini adalah sebagai berikut.

  • Steam Turbine

  • Diesel Genset

  • Diesel Tank

  • Back Pressure Vessel

  • Pompa

 

10. Water Treatment Plant

Stasiun ini merupakan tempat untuk mengolah air sehingga diperoleh air bersih yang diperlukan pada pabrik kelapa sawit. Unit operasi yang ada pada stasiun ini adalah sebagai berikut.

  • Tank

  • Basin

  • Reservoir

  • Multi Media Filter

  • Chemical dossing system

  • Pompa

 

11. Stasiun effluent

Stasiun ini merupakan tempat untuk mengolah limbah cair yang dihasilkan pada pabrik kelapa sawit. Limbah cair akan diolah sedemikian rupa agar tidak mencemari lingkungan. Pada stasiun ini juga menghasilkan biogas yang dapat digunakan dalam memenuhi kebutuhan energi pabrik kelapa sawit. Unit operasi yang ada pada stasiun ini adalah sebagai berikut.

  • Aerobic pond

  • Anaerobic pond

  • Biogas system

  • Pompa

 

12. Stasiun Penimbunan Minyak

Stasiun ini merupakan stasiun terakhir pada pabrik kelapa sawit dimana CPO yang dihasilkan akan disimpan di dalam tangki timbun dan siap untuk dijual. Unit operasi yang ada pada stasiun ini adalah sebagai berikut.

  • Tangki

  • Pompa

  • Dispatch line

 

 

Proses di atas hanyalah salah satu ilustrasi saja bahwa kami pernah menangani masalah di pabrik kelapa sawit. Silakan berkonsultasi dengan kami mengenai proses pengolahan kelapa sawit untuk lebih detailnya.

NUTSHELL FILTER

 

Nutshell Filter merupakan unit pengolahan air untuk menghilangkan minyak dan padatan tersuspensi dari air. Nutshell Filter merupakan solusi ideal dalam mengolah produce water sebelum digunakan kembali. Nutshell Filter juga digunakan dalam pengolahan air pendingin. Alat ini mampu menghilangkan lebih dari 90% minyak dan padatan tersuspensi pada air tanpa memerlukan injeksi bahan kimia (flokulan). Prinsip kerja dari Nutshell Filter hampir sama dengan Granular Media Filter. Air dialirkan dari atas ke bawah (downflow) melalui unggun media filter berupa walnut shell. Partikel padatan dan butiran minyak akan tertahan di dalam media sementara air bersih keluar melalui bagian bawah unggun filter.

Perbedaan utama antara Nutshell Filter dengan Granular Media Filter adalah pada jenis media filter yang digunakan. Media walnut shell memiliki ukuran diameter media yang relatif seragam dibandingkan dengan Granular Multimedia Filter. Walnut shell juga bersifat oleophilic sehingga dengan mudah dapat dibersihkan dari butiran minyak yang terperangkap pada saat backwash menggunakan air.

 

Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, nutshell filter harus dirancangan dengan berbagai pertimbangan dan dipasang dengan konfigurasi yang tepat. Pengaturan media dari nutshell merupakan kunci utama alat ini untuk menghasilkan pemisahan yang sempurna. Kami berpengalaman dalam merancang proses yang ada di Nutshell Filter dan kami menawarkan jasa konsultasi untuk perancangan unit ini.

Water Treatment Injection Plant

Water Treatment Injection Plant

Water Treatment Injection Plant

Proses pengambilan minyak mentah dari dalam bumi berlangsung secara terus menerus dan pada suatu saat akan mengalami penurunan produksi. Penurunan produksi ini diakibatkan tekanan di reservoir mengalami penurunan karena minyak yang terdapat di dalamnya semakin sedikit. Untuk mengatasi hal tersebut, cara yang paling sering digunakan adalah dengan menginjeksikan air ke dalam resevoir, teknik ini disebut waterflooding. Air diinjeksikan untuk: 

  1. Meningkatkan tekanan reservoir 
  2. Menyapu atau menggantikan minyak serta mendorongnya ke arah sumur 

Air yang digunakan untuk injeksi sumur minyak dapat bersumber dari 4 jenis, yaitu: 

  1. Air laut 

  2. Air sungai 

  3. Air sumur 

  4. Produce water

Jumlah air injeksi  yang diperlukan dalam mendorong minyak di dalam sumur sangat besar dan dilakukan secara terus menerus. Air laut, air sungai, dan air sumur hanya bisa digunakan jika lokasi sumur minyak dekat dengan sumber air yang besar seperti di lepas pantai atau di dekat sungai besar dan di daerah dengan kandungan air tanah yang banyak.

 

Produce water adalah air yang terproduksi bersama-sama dengan produksi minyak pada sumur. Semakin tua usia suatu sumur maka jumlah minyak yang dihasilkan semakin menurun dan produce water akan semakin meningkat. Kandungan produce water (water cut) pada sumur yang sudah lama berproduksi bisa mencapai 95%.

 

Besarnya volume produce water menimbulkan permasalahan untuk membuangnya karena dapat mencemari lingkungan. Salah satu solusi dalam mengatasi permasalah ini yaitu dengan cara menggunakan produce water sebagai injection water atau yang dikenal sebagai proses produce water re-injection (PWRI). Air produksi yang dihasilkan tidak lansung digunakan dalam proses injeksi, melainkan harus diolah terlebih dahulu. Unit yang berfungsi sebagai tempat pengolahan produce water yaitu Water Treatment Injection Plant (WTIP).

 

Produce water memiliki permasalahan compatibility untuk digunakan sebagai injection water seperti Oil content, Biological activity, Suspended solid, Scale dan Corrosion sehingga diperlukan proses pengolahan terlebih dahulu agar produce water dapat compatible dengan spesifikasi air injeksi. Permasalahan yang harus ditangani dalam pengolahan produce water adalah zat organik terlarut, minyak, bakteri, logam berat, mineral terlarut, padatan (pasir, lumpur), oksigen, dan termasuk chemical yang digunakan.

Skema proses sederhana pengolahan produce water

Teknologi water treatment dalam proses PWRI meliputi penghilangan minyak dan partikel besar (Pre-Treatment), penghilangan pengotor (Main Treatment), penghilangan partikel yang berukuran sangat kecil (Polishing Treatment), dan pemurnian (Tertiary Treatment).

Review of technologies for oil and gas produced water treatment ...

Skema proses sederhana pengolahan produce water

Metode pengolahan produce water

Kami menawarkan jasa Water Treatment Injection Plant (WTIP) atau proses produce water re-injection (PWRI). Jangan ragu untuk melakukan konsultasi lebih lanjut dengan kami mengenai proses ini.

 

PEMBUATAN SAUS TOMAT

PEMBUATAN SAOS TOMAT

Saus tomat adalah produk yang dihasilkan dari campuran bubur tomat atau pasta tomat atau padatan tomat yang diperoleh dari buah tomat yang masak dan diolah dengan bumbu-bumbu dengan atau tanpa penambahan bahan pangan lain diizinkan (SNI, 2004). Saus tomat mengandung air dalam jumlah besar tetapi mempunyai daya simpan yang panjang karena mengandung asam, gula, garam dan pengawet.

Dalam kondisi setengah basah, produk saus tomat menjadi lebih mudah rusak sehingga perlu dilakukan pengemasan agar awet dalam jangka waktu yang relatif lama serta mempermudah pendistribusiannya. Saus tomat biasanya dikemas dalam botol-botol dari bahan gelas atau plastik dan ditutup rapat. Dalam keadaan tertutup rapat, saus tomat dapat terlindung dari segala pengaruh yang berasal dari luar seperti mikroba penyebab pembusukan 

Pembuatan saus dilakukan dengan cara menguapkan sebagian air buahnya sehingga diperoleh kekentalan sari buah yang diinginkan. Ke dalam sari buah tersebut ditambahkan berbagai macam bumbu untuk menyedapkan. Saus sering ditambahkan pati dan bahan pengental lainnya untuk meningkatkan kekentalan produk.

Secara umum proses pembuatan saus terdiri dari beberapa tahap. Buah yang akan dijadikan saus terlebih dahulu dicuci dan disortir berdasarkan kualitasnya. Buah dihancurkan menjadi ukuran yang kecil dan disaring untuk memisahkan partikel yang berukuran besar sehingga didapatkan sari buah. Sari buah ini dimasak untuk menghilangkan uap airnya sehingga diperoleh produk yang kental. Produk ini akan diolah lebih lanjut dengan penambahan bahan-bahan aditif lainnya untuk meningkatkan kualitas produk sehingga produk siap dikemas. 

C:\Users\Aswad\Desktop\Untitled.png

Diagram alir proses pembuatan saus

Peralatan utama yang diperlukan pada pembuatan pabrik saus tomat adalah sebagai berikut.

  1. Washing Machine
  2. Blanching Machine 
  3. Cross Beater Mill (Grinder halus)
  4. Saringan (Pulper)
  5. Cooking & Mixing Tank (Tangki masak dan pengadukan)
  6. Stock Tank (Tanki Penyimpanan Bahan)/Conditioning Thermotank
  7. Autoclave
  8. Pump Unit
  9. Oil Heater
  10. Cooling Tower
  11. Alat Filling dan Packaging (Media dan Label)
  12.  UV line

Produksi saus berkembang dengan pesat di dunia. Indonesia dengan jumlah penduduk nomor 4 terbesar di dunia memiliki kebutuhan yang besar terhadap saus sehingga bisnis saus di indonesia sangat menjanjikan. Industri ini memiliki permintaan yang tinggi akan produk dengan berbagai inovasi produk. Kami bergerak sebagai spesialis di bidang industri proses. Kami memiliki sumber daya manusia mumpuni dalam berbagai proses yang ada di industri. Kami menawarkankan layanan konsultasi mengenai berbagai proses industri. Silakan konsultasikan kepada kami lebih lanjut jika anda tertarik pada industri saus tomat atau industri lainnya.

Pengelolaan sampah domestik​

Pengelolaan Sampah Domestik

Indonesia merupakan salah satu negara dengan penduduk terbanyak di dunia. Setiap manusia pasti menghasilkan sampah dari kegiatan mereka sehari-hari atau sering juga disebut dengan sampah domestik. Permasalahan sampah di Indonesia merupakan masalah yang sangat serius dan juga menjadi masalah sosial, ekonomi, dan budaya. Sampah yang dibuang sembarangan dapat merusak lingkungan dan akhirnya juga merugikan manusia itu sendiri.

Pengelolaan Sampah Domestik merupakan masalah penting dan perlu ditangani oleh setiap lini masyarakat serta pemerintah. Klasifikasi sampah domestik berdasarkan sumbernya bisa dibagi menjadi 7 jenis sampah.

  1. Permukiman (rumah / apartemen): sisa makanan, kertas, kardus, plastik, tekstil, kulit, limbah taman, kayu, kaca, logam, barang bekas, rumah tangga, limbah berbahaya, dan sebagainya.
  2. Area komersial (toko, restoran, pasar, kantor, hotel, dan lainnya): kertas, kardus, plastik, kayu, sisa makanan, gelas, logam, limbah berbahaya dan beracun, dan sebagainya
  3. Institusi (sekolah, rumah sakit, penjara, pusat pemerintahan, dan lainnya). sama dengan jenis sampah di area komersial
  4. Konstruksi dan pembongkaran bangunan (konstruksi baru, perbaikan gedung dan jalan, dll): kayu, baja, beton, batu bata, debu, dan sebagainya
  5. Fasilitas umum (jalan, taman, taman kota, pantai, tempat rekreasi, dan lain-lain): sampah, sampah taman, ranting, daun, dan sebagainya
  6. Kawasan Industri: sisa proses produksi, limbah non-industri, dan sebagainya
  7. Pertanian: sisa makanan, sisa pertanian.

Permasalahan sampah domestik dapat ditangani dengan pengelolaan yang baik. Setiap masyarakat harus ikut berperan aktif dalam pengelolaan sampah. Saat ini pemrosesan akhir sampah di Indonesia secara umum menggunakan sistem land disposal (penyingkiran limbah ke dalam tanah). Sistem pengelolaan sampah seperti masih belum bisa mengatasi permasalahan sampah sehingga masih banyak permasalahan yang ditimbulkan akibat sampah seperti banjir. Dalam membangun sistem pengelolaan sampah domestik, seharusnya menerapkan konsep perputaran ekonomi secara sirkular dan terus menerus terjadi (circular economy).

//www.government.nl/binaries/large/content/gallery/government/content-afbeeldingen/infographics/from-linear-to-a-circulair-economy.jpg

Alur pengelolaan sampah

Konsep circular economy akan meminimalisasi dampak lingkungan dari suatu proses produksi. Sistem ini akan mengurangi kenutuhan bahan bahan baku (raw material) karena menggunakan sistem recycle dan juga menghilangkan sampah yang akan dibuang ke lingkungan.

Penrusahaan kami menawarkan jasa pengelolaan sampah domestik sebagai buah pengabdian masyarakat sekaligus memberikan solusi pengelolaan sampah domestik. Berikut ini teknologi yang kami tawarkan sebagai pembeda dari sistem pengelolaan sampah yang lain.

Skema pemamfaatan sampah domestik untuk menghasilkan energi.

Diagram alir proses pengolahan sampah domestik

Jika Anda tertarik dengan sistem yang kami tawarkan, jangan ragu untuk menghubungi kami untuk konsultasi lebih lanjut!